Fig. 6.20 4 Bit Parallel Adder
1. Pendahuluan [Kembali]
Rangkaian penjumlah biner 4-bit menggunakan IC 74LS83, yaitu sebuah 4-bit binary full adder yang mampu menjumlahkan dua bilangan biner 4-bit beserta carry-in. Rangkaian ini merupakan dasar dari operasi aritmatika digital yang sering digunakan dalam sistem komputer dan perangkat elektronik. Dengan menggunakan IC ini, proses penjumlahan dilakukan secara paralel untuk keempat bit sekaligus, sehingga hasil penjumlahan dan carry-out dapat diperoleh dengan cepat dan akurat. Pemahaman terhadap rangkaian ini penting karena menjadi fondasi dalam desain unit aritmatika pada sistem digital yang lebih kompleks.2. Tujuan [Kembali]
- Memahami prinsip kerja penjumlahan bilangan biner dalam sistem digital
- Mampu merancang dan menganalisis rangkaian penjumlah biner
3. Komponen [Kembali]
1. IC
IC adalah komponen elektronik yang terdiri dari rangkaian mikro di dalam satu chip kecil. Dalam konteks pencacah digital, IC seperti 74HC191 atau 74HC190 digunakan untuk menjalankan fungsi hitung naik/turun secara otomatis berdasarkan input clock dan kontrol lainnya.
2. Switch dan dipswitch
Switch adalah sakelar manual yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik. DIP switch (Dual Inline Package switch) adalah kumpulan switch kecil dalam satu baris, biasa digunakan untuk memberikan input logika 1 atau 0 ke IC secara mudah dan teratur.
3. Logicstate dan sakelar
LogicState adalah alat virtual pada simulator seperti Proteus untuk memberi logika HIGH (1) atau LOW (0) ke rangkaian digital. Sakelar fisik atau virtual digunakan untuk mengubah keadaan logika tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai input manual pada rangkaian digital.
4. Ground
Ground adalah titik referensi tegangan dalam rangkaian elektronik. Semua tegangan dalam sistem diukur relatif terhadap ground, dan biasanya berfungsi sebagai jalur arus balik menuju sumber daya.
4. Dasar Teori [Kembali]
Dalam sistem digital, operasi aritmatika merupakan bagian fundamental, terutama dalam komputasi dan pengolahan data biner. Salah satu operasi aritmatika dasar yang paling sering digunakan adalah penjumlahan biner. Penjumlahan biner mirip dengan penjumlahan desimal, namun hanya menggunakan dua angka: 0 dan 1. Penjumlahan dua bit biner menghasilkan dua output: sum (hasil) dan carry (bawa). Untuk menjalankan operasi ini secara efisien, digunakan rangkaian digital yang disebut full adder.
Full adder adalah rangkaian logika kombinasi yang memiliki tiga input (bit A, bit B, dan carry-in) serta dua output (sum dan carry-out). Full adder menjadi dasar dari penjumlahan bilangan biner lebih dari satu bit, yang kemudian disebut sebagai rangkaian penjumlah multi-bit atau rangkaian adder.
Untuk penjumlahan 4-bit, salah satu IC yang paling umum digunakan adalah IC 74LS83. IC ini merupakan 4-bit binary full adder yang sudah menggabungkan empat full adder dalam satu chip. IC 74LS83 memiliki kemampuan untuk menjumlahkan dua bilangan biner 4-bit dan satu input carry (Cin) secara simultan, serta menghasilkan hasil penjumlahan 4-bit dan satu carry-out (Cout). Ini sangat berguna dalam sistem aritmatika digital seperti ALU (Arithmetic Logic Unit) dan mikroprosesor.
Konfigurasi dan Pin IC 74LS83
IC 74LS83 memiliki 16 pin, dengan konfigurasi sebagai berikut:
A1–A4 dan B1–B4: Input operand A dan operand B (masing-masing 4 bit).
C0: Carry-in eksternal.
S1–S4: Output hasil penjumlahan (sum).
C4: Carry-out setelah penjumlahan.
Vcc dan GND: Power supply +5V dan ground.
Urutan penjumlahan dalam IC dimulai dari bit paling rendah (LSB) sampai ke bit paling tinggi (MSB), secara berantai menggunakan carry internal antar bit. Output sum ditentukan dari hasil logika XOR antara A, B, dan carry-in masing-masing bit, sementara output carry dihitung menggunakan logika AND dan OR dari kombinasi input tersebut.
Cara Kerja
Ketika dua bilangan biner 4-bit dimasukkan ke input A dan B, serta diberi carry-in (jika ada), IC 74LS83 akan melakukan penjumlahan dengan cara berikut:
Setiap pasangan bit A dan B dijumlahkan bersama-sama dengan carry-in dari bit sebelumnya.
Hasil dari tiap penjumlahan menghasilkan satu bit sum dan satu carry-out.
Carry-out dari bit sebelumnya akan menjadi carry-in untuk bit berikutnya.
Hasil akhirnya adalah 4-bit sum dan satu bit carry-out dari bit paling signifikan.
5. Example [Kembali]
EXAMPLE 1
Misalnya pada rangkaian 4-bit binary full adder dimasukkan:
-
A = 0101₂
= 5 desimal
= 5 heksadesimal -
B = 0011₂
= 3 desimal
= 3 heksadesimal - Cin = 0
Proses penjumlahan dilakukan dari bit paling kanan (LSB) menuju kiri (MSB).
Bit pertama:
1 ditambah 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit kedua:
0 ditambah 1 ditambah carry 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit ketiga:
1 ditambah 0 ditambah carry 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit keempat:
0 ditambah 0 ditambah carry 1 menghasilkan 1 dan carry 0.Maka output akhirnya:
-
S = 1000₂
= 8 desimal
= 8 heksadesimal - Cout = 0
Artinya hasil penjumlahan masih muat dalam 4-bit sehingga tidak ada carry keluar tambahan.
EXAMPLE 2
Misalnya:
-
A = 1111₂
= 15 desimal
= F heksadesimal -
B = 0001₂
= 1 desimal
= 1 heksadesimal - Cin = 0
Penjumlahan dimulai dari LSB.
Bit pertama:
1 ditambah 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit kedua:
1 ditambah 0 ditambah carry 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit ketiga:
1 ditambah 0 ditambah carry 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Bit keempat:
1 ditambah 0 ditambah carry 1 menghasilkan 0 dan carry 1.Maka:
-
S = 0000₂
= 0 desimal
= 0 heksadesimal - Cout = 1
Karena carry terakhir bernilai 1, hasil sebenarnya menjadi:
-
10000₂
= 16 desimal
= 10 heksadesimal
Ini menunjukkan bahwa hasil penjumlahan melebihi kapasitas maksimum 4-bit.
-
A = 0101₂
6. Problem [Kembali]
PROBLEM
Problem 1: Penjumlahan Sederhana tanpa Carry-in
Diketahui:
Operand A =
0101(5)Operand B =
0011(3)Cin =
0
Pertanyaan:
Hitung hasil penjumlahan dalam bentuk biner dan desimal.
Apakah terjadi carry-out?
Gambar posisi logika (0/1) pada masing-masing pin input dan output IC 74LS83.
Jawaban:
Penjumlahan:
0101 + 0011 = 1000→ Desimal: 8Carry-out:
0Simulasi Proteus menunjukkan output S = 1000 dan Cout = 0.
Problem 2: Overflow dengan Carry-out
Diketahui:
Operand A =
1111(15)Operand B =
0001(1)Cin =
0
Pertanyaan:
Hitung hasil penjumlahan biner dan desimal.
Jelaskan apa yang menyebabkan carry-out aktif.
Jika hasil hanya dibaca sebagai 4-bit, berapa nilai hasil yang terbaca?
Jawaban:
Penjumlahan:
1111 + 0001 = 1 0000→ Hasil terbaca:0000, Carry-out =1Penyebab: total 16, melebihi kapasitas 4-bit (maksimum 15).
Jika hanya 4-bit: hasil terlihat
0000, overflow terjadI
7. Soal Pilihan Ganda [Kembali]
SOAL PILIHAN GANDA
Soal 1
Jika A=1110, B=0011, dan Cin=0, hasil sum biner adalah:
A. 0001
B. 0000
C. 0001 dan Cout=1
D. 0010
(Jawaban benar: C)
Soal 2
Manakah pernyataan yang benar tentang IC 74LS83?
A. Digunakan untuk pengurangan biner
B. Memiliki 4 bit input operand dan 4 bit output hasil penjumlahan
C. Carry-in selalu bernilai 0
D. Carry-out menunjukkan overflow hasil penjumlahan
(Jawaban benar: B dan D)
8. Rangkaian Proteus [Kembali]
Prosedur:
Rangkaian 4 bit binary adder:
Rangkaian pada gambar menggunakan IC 74LS83. IC ini termasuk keluarga TTL (Transistor-Transistor Logic) seri LS (Low Power Schottky). IC 74LS83 merupakan IC penjumlah biner 4-bit paralel yang memiliki kemampuan melakukan penjumlahan secara langsung pada empat pasangan bit sekaligus.
Disebut “parallel adder” karena seluruh bit diproses secara bersamaan (paralel), bukan satu per satu seperti serial adder. Hal ini membuat proses penjumlahan jauh lebih cepat.
Contoh:
0101₂ + 0011₂ = 1000₂
Karena hasil membutuhkan 5 bit, maka:
- S = 1000
- Cout = 0
Dalam teori sistem digital, carry output memiliki fungsi penting karena menunjukkan overflow atau kelebihan kapasitas hasil penjumlahan. Misalnya jika hasil penjumlahan melebihi kapasitas 4-bit, maka Cout akan bernilai 1.
Kapasitas maksimum bilangan 4-bit unsigned adalah:
Sehingga:
- nilai minimum = 0000₂ = 0
- nilai maksimum = 1111₂ = 15
Jika hasil penjumlahan lebih besar dari 15, maka akan muncul carry output.
Contoh:
1111₂ + 0001₂ = 10000₂
Karena hasil membutuhkan 5 bit, maka:
- S = 0000
- Cout = 1
Pada 4-bit binary full adder, terdapat empat full adder yang dihubungkan secara cascade atau berantai. Carry output dari bit sebelumnya akan menjadi carry input bagi bit berikutnya. Metode ini disebut ripple carry adder karena carry “merambat” dari bit rendah ke bit tinggi.
Susunan bit pada 4-bit adder:
- A1 sampai A4
- B1 sampai B4
dengan:
- A1 dan B1 = Least Significant Bit (LSB)
- A4 dan B4 = Most Significant Bit (MSB)
9. Video [Kembali]
10. Download File [Kembali]
Download File Rangkaian [Klik Disini]
Download Video FIG 6.20 [Klik Disini]
Download Datasheet IC 74LS83 [Klik Disini]
Komentar
Posting Komentar