Fig. 9.70 Binary Counter with Decoder



1. Pendahuluan [Kembali]

Binary Counter with Decoder adalah suatu rangkaian digital yang menggabungkan fungsi pencacah biner (binary counter) dengan decoder untuk menghasilkan keluaran tertentu berdasarkan urutan hitungan biner. Counter berfungsi menghitung pulsa clock secara berurutan dalam bentuk bilangan biner, sedangkan decoder menerjemahkan keluaran biner tersebut menjadi satu keluaran aktif tertentu sesuai nilai hitungannya. Pada rangkaian ini, setiap perubahan pulsa clock akan mengubah nilai output counter, lalu decoder akan mengaktifkan salah satu output sesuai kombinasi biner yang diterima.

2. Tujuan [Kembali]

  1. Memahami prinsip kerja Binary Counter with Decoder dalam menghitung dan menerjemahkan data biner menjadi keluaran tertentu
  2. Menganalisis hubungan antara counter dan decoder pada sistem digital untuk aplikasi display dan pengendalian otomatis.

3. Komponen [Kembali]

1. IC 
IC adalah komponen elektronik yang terdiri dari rangkaian mikro di dalam satu chip kecil. Dalam konteks pencacah digital, IC seperti 74HC191 atau 74HC190 digunakan untuk menjalankan fungsi hitung naik/turun secara otomatis berdasarkan input clock dan kontrol lainnya.
2. Switch dan dipswitch 
Switch adalah sakelar manual yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik. DIP switch (Dual Inline Package switch) adalah kumpulan switch kecil dalam satu baris, biasa digunakan untuk memberikan input logika 1 atau 0 ke IC secara mudah dan teratur.


3. Logicstate dan sakelar
LogicState adalah alat virtual pada simulator seperti Proteus untuk memberi logika HIGH (1) atau LOW (0) ke rangkaian digital. Sakelar fisik atau virtual digunakan untuk mengubah keadaan logika tersebut, sehingga dapat digunakan sebagai input manual pada rangkaian digital.




4. Ground
Ground adalah titik referensi tegangan dalam rangkaian elektronik. Semua tegangan dalam sistem diukur relatif terhadap ground, dan biasanya berfungsi sebagai jalur arus balik menuju sumber daya.

4. Dasar Teori [Kembali]

1. Example – Perhitungan Counter Biner
Kasus:
Hasil:
0000 → 0001 → 0010 → 0011 → 0100

Penjelasan:

Setiap pulsa clock menambah nilai biner sebesar 1. Counter menghitung secara berurutan dari 0 hingga 15.

2. Example – Decoder pada Seven Segment

Kasus:

Output counter:

0011

Hasil:

Decoder menerjemahkan:

0011₂ = 3₁₀

Sehingga seven segment menampilkan angka:

3

Penjelasan:

Decoder mengubah data biner menjadi tampilan angka yang dapat dibaca pengguna.

3. Example – Running LED Menggunakan Decoder

Kasus:

Counter terhubung ke decoder dan beberapa LED.

Hasil:

LED1 → LED2 → LED3 → LED4

menyala bergantian sesuai perubahan hitungan counter.

Penjelasan:

Saat nilai counter berubah, decoder mengaktifkan output tertentu sehingga LED menyala secara berurutan. Sistem ini sering digunakan pada running LED dan pengendali urutan otomatis.

6. Problem [Kembali]

1. Problem – Urutan Hitungan Counter

Soal:

Nilai awal counter 4-bit:

0010

Tentukan 4 keluaran berikutnya setelah 4 pulsa clock.

Jawaban:

0011 → 0100 → 0101 → 0110

Penjelasan:
Counter bertambah 1 setiap menerima pulsa clock.

2. Problem – Decoder Seven Segment

Soal:

Output counter:

0101

Tentukan:

  • nilai desimal
  • tampilan seven segment

Jawaban:

0101₂ = 5₁₀

Seven segment menampilkan:

5

Penjelasan:
Decoder menerjemahkan data biner menjadi tampilan angka desimal.

3. Problem – Kombinasi Output Counter

Soal:

Counter menggunakan 5 bit.

Tentukan:
a. Jumlah kombinasi output
b. Nilai maksimum counter

Jawaban:

a. Jumlah kombinasi:

25=322^5 = 32

b. Nilai maksimum:

11111₂ = 31₁₀

Penjelasan:
Counter 5-bit dapat menghitung dari 0 sampai 31.

7. Soal Pilihan Ganda [Kembali]

1.

Fungsi utama decoder pada Binary Counter with Decoder adalah…

A. Menguatkan sinyal
B. Mengubah data biner menjadi keluaran tertentu
C. Menyimpan data digital
D. Menghasilkan pulsa clock

Jawaban: B

2.

Counter 4-bit memiliki jumlah kombinasi output sebanyak…

A. 8
B. 16
C. 32
D. 64

Jawaban: B

3.

Jika output counter adalah:

0011

maka seven segment akan menampilkan angka…

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

Jawaban: C

8. Rangkaian Proteus [Kembali]

Prosedur:

Rangkaian ini merupakan implementasi Binary Counter with Decoder yang dirancang untuk menghitung pulsa clock dalam bentuk bilangan biner dan menerjemahkan hasil hitungan tersebut menjadi keluaran tertentu menggunakan decoder. Pada rangkaian ini, counter menerima sinyal clock sebagai input utama sehingga output biner akan berubah secara berurutan setiap kali menerima pulsa. Output dari counter kemudian dihubungkan ke input decoder untuk diubah menjadi tampilan atau sinyal keluaran tertentu sesuai kombinasi biner yang dihasilkan.

Counter yang digunakan terdiri dari beberapa flip-flop yang bekerja sebagai pencacah biner, sedangkan decoder berfungsi mengaktifkan salah satu output berdasarkan nilai biner dari counter. Hasil keluaran decoder dapat dihubungkan ke LED atau seven segment sebagai indikator visual untuk mempermudah pengamatan proses pencacahan. Rangkaian juga menggunakan sumber tegangan +5V yang sesuai dengan kebutuhan IC logika digital TTL serta ground sebagai referensi tegangan.

Dengan memberikan pulsa clock secara terus-menerus, pengguna dapat mengamati perubahan nilai biner pada counter dan bagaimana decoder menerjemahkan nilai tersebut menjadi tampilan angka atau perpindahan output secara otomatis. Melalui percobaan ini, prinsip kerja counter, decoder, serta hubungan keduanya dalam sistem digital dapat dipahami dengan lebih jelas.

Rangkaian Binary Counter with Decoder

9. Video [Kembali]



10. Download File [Kembali]

Download File Rangkaian [Klik Disini]

Download Video FIG 9.70 [Klik Disini]

Download Datasheet IC 74LS138 [Klik Disini]

Download Datasheet IC 74LS16 [Klik Disini]

Komentar

Postingan populer dari blog ini